A. Sejarah Akuntansi Internasional
Perkembangan
Akuntansi dari Sistem Pembukuan Berpasangan pada awalnya, pencatatan transaksi
perdagangan dilakukan dengan cara sederhana, yaitu dicatat pada batu, kulit
kayu, dan sebagainya. Catatan tertua yang berhasil ditemukan sampai saat ini
masih tersimpan, yaitu berasal dari Babilonia pada 3600 sebelum masehi.
Penemuan yang sama juga diperoleh di Mesir dan Yonani kuno. Pencatatan itu
belum dilakukan secara sistematis dan sering tidak lengkap. Pencatatan yang
lebih lengkap dikembangkan di Italia setelah dikenal angka – angka desimal arab
dan semakin berkembangnya dunia usaha pada waktu itu.
Perkembangan
akuntansi sejalan dengan perkembangan organisasi dan kegiatan suatu usaha,
karena kehadirannya memerlukan pencatatan sehingga seluruh kegiatan akan
tergambar di dalamnya. Pada abad ke-15 seorang ahli Matematika berkebangsaan
Italia Luca Paciolo telah menyusun buku tentang akuntansi dengan judul “Tractatus
de Cumputis at Scritorio” buku ini berorientasi pada pembukuan berpasangan.
Pembukuan berpasangan (double entry bookkeeping) mencatat kedua aspek transaksi
sedemikian rupa yang membentuk suatu pemikiran yang berimbang. Praktek
pencatatan akuntansi dalam arti pencatatan kejadian yang berhubungan dengan
bisnis sudah dimulai sejak adanya kejadian dalam double entry bookkeeping.
Menurut
pendapat Mattessich (dalam Harahap, 1997) bahwa double entry sudah ada sejak
5000 tahun yang lalu. Sedangkan selama ini kita kenal bahwa penemu sistem tata
buku berpasangan ini maka dapat dikemukakan sebagai berikut. Double entry
accounting system telah disepakati para ahli mula-mula diterbitkan oleh Luca
Pacioli dalam bukunya yang berisi 36 bab yang terbit pada tahun 1949 di
Florence, Italia dengan judul “Summa de Arithmatica, Geometrica, Proportioni et
Proportionalita” yang berisi tentang palajaran ilmu pasti.
Inoue (dalam
Harahap, 1997) menyebutkan “Orang yang pertama-tama “menulis” (bukan
menerbitkan seperti Pacioli) tentang double entry bookkeeping system adalah
Bonedetto Cotrugli pada 1458, 36 tahun sebelum terbitnya buku Pacioli. Namun
buku Benedetto Cotrugli ini baru terbit pada tahun 1573 atau 89 tahun setelah
buku Pacioli terbit. Dengan demikian penjelasan ini maka pertentangan
sebenarnya tidak ada.”
Jika kita kaji
sejarah terutama sejarah Islam, sebenarnya pada awal pertumbuhannya sudah ada
sistem akuntansi. Akan tetapi, sayangnya literatur belum banyak menganalisis
bagaimana rupa eksistensi akuntansi pada zaman itu (± 570 Masehi). Seperti yang
dikemukakan oleh Russel (dalam Rosjidi, 1999) “Sebenarnya orang-orang Italia
dalam abad ke-14 baru menerapkan sistem pembukuan berpasangan lengkap setelah
terlebih dahulu digunakan oleh saudagar-saudagar Moslem (Moslem Merchants).”
Revolusi
indusrti di Inggris pada tahun 1776 juga menimbulkan efek positif terhadap
perkembangan akuntansi. Pada tahun 1845 undang-undang perusahaan yang pertama
di Inggris dikeluarkan untuk mengatur tentang organisasi dan status perusahaan.
Dalam undang-undang tersebut, diatur tentang kemungkinan perusahaan meminjam
uang, mengeluarkan saham, membayar hutang, dan dapat bertindak sebagaimana
halnya perorangan. Keadaaan-keadaaan inilah yang menimbulkan perlunya laporan
baik sebagai informasi maupun sebagai pertanggungjawaban.
Pacioli
memperkenalkan tiga catatan penting yang harus dilakukan :
a.
Buku Memorandum, adalah buku catatan mengenai
seluruh informasi transaksi bisnis.
b. Jurnal, dimana transaksi yang informasinya telah
disimpan dalam buku memorandum kemudian dicatat dalam jurnal.
c. Buku Besar, adalah suatu buku yang merangkum
jurnal diatas. Buku besar merupakan centre of the accounting system.
Sistem Belanda
atau tata buku disebut juga sistem Kontinental. Sistem Inggris dan Amerika
Serikat disebut Sistem Anglo – Saxon2. Perkembangan Akuntansi dari Sistem
Kontinental ke Anglo – Saxon pada abad pertengahan, pusat perdagangan pindah
dari Venesia ke Eropa Barat. Eropa Barat, terutama Inggris menjadi pusat
perdagangan pada masa revolusi industri. Pada waktu itu pula akuntansi mulai
berkembang dengan pesat. Pada akhir abad ke–19, sistem pembukuan berpasangan
berkembang di Amerika Serikat yang disebut accounting (akuntansi).
Tahun 1850–an
double entry bookkeeping mencapai Kepulauan Inggris yang menyebabkan tumbuhnya
masyarakat akuntansi dan profesi akuntansi publik yang terorganisasi di
Skotlandia dan Inggris tahun 1870–an. Praktik akuntansi Inggris menyebar ke
seluruh Amerika Utara dan seluruh wilayah persemakmuran Inggris. Selain itu
model akuntansi Belanda diekspor antara lain ke Indonesia. Sistem akuntansi
Perancis di Polinesia dan wilayah – wilayah Afrika dibawah pemerintahan
Perancis. Kerangka pelaporan sistem Jerman berpengaruh di Jepang, Swedia, dan
Kekaisaran Rusia.
Pada awal abad
ke 20, seiring tumbuhnya kekuatan ekonomi Amerika Serikat, kerumitan masalah
akuntansi muncul bersamaan. Kemudian Akuntansi diakui sebagai suatu disiplin
ilmu akademi tersendiri. Setelah Perang Dunia II, pengaruh Akuntansi semakin
terasa di Dunia Barat.
Sejalan dengan
perkembangan teknologi di negara itu, sekitar pertengahan abad ke–20 telah
dipergunakan komputer untuk pengolahan data akuntansi sehingga praktik
pembukuan berpasangan dapat diselesaikan dengan lebih baik dan efisien. Pada
Zaman penjajahan Belanda, perusahaan – perusahaan di Indonesia menggunakan tata
buku. Akuntansi tidak sama dengan tata buku walaupun asalnya sama – sama dari pembukuan
berpasangan. Akuntansi sangat luas ruang lingkupnya, diantaranya teknik
pembukuan. Setelah tahun 1960, akuntansi cara Amerika (Anglo – Saxon) mulai
diperkenalkan di Indonesia. Jadi, sistem pembukuan yang dipakai di Indonesia
berubah dari sistem Eropa (Kontinental) ke sistem Amerika (Anglo – Saxon).
B. Peran Akuntansi Dalam Bidang Usaha Dan
Pasar Modal Global
Dalam era
globalisasi, dunia usaha dan masyarakat telah menjadi semakin kompleks sehingga
menuntut adanya perkembangan berbagai disiplin ilmu termasuk Akuntansi. Akuntansi
memegang peranan penting dalam ekonomi dan sosial karena setiap pengambilan
keputusan yang bersifat keuangan harus berdasarkan informasi akuntansi. Keadaan
ini menjadikan akuntansi sebagai suatu profesi yang sangat dibutuhkan
keberadaanya dalam lingkungan organisasi bisnis.
Perkembangan
dunia usaha semakin lama semakin cepat dan sangat bervariasi. Bidang-bidang
yang dahulu tidak di bayangkan sebagai sektor usaha sekarang menjadi sektor
besar. Perkembangan profesi akuntansi terasa lebih meninggi setelah tahun 1985, bebarengan dengan BEJ. Bunga Bank yang tinggi mendorong orang mencari
alternatif untuk memenuhi kebutuhan permodalannya, persaingan antar perusahaan
semakin meningkat dengan dibarengi berbagai permasalahan yang dihadapi oleh
perusahaan di Indonesia. Dalam menghadapi itu semua para pengelola perusahaan
sangat membutuhkan informasi akuntansi dalam rangka pengambilan keputusan.
Beberapa pemicu munculnya akuntansi internasional
dapat disebutkan sebagai berikut .
1.
Salah satu pemicu utama munculnya akuntansi
internasional adalah semakin luas dan besarnya jangkauan dan operasi MNC (Multi
National Corporation). Dengan semakin besarnya jangkauan MNC ini, akan
memengaruhi pasar uang dan modal internasional serta berbagai transaksi bisnis
dan keuangan yang menyertainya misalnya dikemukakan oleh Jacoby (1970) tentang
perubahan perusahaan dari skala domestik menjadi skala internasional :
a.
Perkembangan perusahaan menyebabkan impor bahan
mentah dari luar dan ekspor ke pasar internasional
b.
Membuka cabang-cabang penjualan di luar negeri
c.
Perusahaan memberikan lisensi atau franchising
d.
Pemilikan perusahaan di luar negeri baik melalui
pemilikan sebagian, joint ventures, pemilikan seluruhnya
e.
Manajemen dengan multiorganisasi
f.
Perusahaan yang dimilki oleh beberapa perusahaan
multinasional
2.
Investasi di luar negeri yang dilakukan
perusahaan, investor, pemerintah dan sebagainya
3.
Fluktuasi keuangan yang disebabkan berubahnya
sistem keuangan internasional yang menimbulkan munculnya risiko perubahan kurs
valuta asing sehingga memerlukan informasi akuntansi
4.
Meningkatnya harga sumber-sumber alam dan komoditi
serta monopoli
5.
Meningkatnya pertumbuhan ekonomi dan aspirasi
dunia ketiga
6.
Meningkatnya peranan pasar modal. Dari aspek
Pasar Modal Global ditemukan berbagai indikator penting yang mau tidak mau
memerlukan akuntansi internasional
Beberapa
indikator itu adalah sebagai berikut :
a.
Cash flow dari transaksi overseas saat ini
adalah US 1,4 triliun dollar per hari
b.
Ada kecenderungan volume capital market semakin
meningkat
c.
Ada kecenderungan konsolidasi dan integrasi
pasar modal dunia karena ;
a)
Mengurangi transaction cost
b)
Masalah likuiditas
c)
Semakin besar suatu pasar bursa semakin baik
7.
Berubahnya Vision Pasar Modal, hal ini ditandai
oleh :
a.
Penggunaan Decimal Pricing dalam transaksi bursa
b.
Munculnya pasar yang saling terkait atau linked
exchange
c.
Penggunaan Electronic Trading System di seluruh
pasar modal
d.
Adanya Global Accounting Standard satu standar
global
e.
Tidak ada lagi batas negara borderless country
8.
Pasar Modal USA
Pasar modal
Amerika termasuk pasar modal yang paling cepat menjadi pasar global. Pada tahun
1999 di pasar bursa NYSE (New York Stock Exchange) terdapat 1200 perusahaan
asing yang terdaftar (listed) di pasar modal USA yang berasal dari 56 negara.
Bayangkan semua perusahaan ini wajib mengikuti standar akuntansi negaranya.
Dari 56 negara ini memiliki 56 standar akuntansi yang saling berbeda, dan
merupakan 32% dari seluruh kapitalisasi pasar (market capitalization) di NYSE.
Menurut
peraturan di Amerika, untuk bisa listed di Pasar NYSE maka emiten perlu
melakukan hal-hal sebagai berikut.
1.
Proses pendaftaran
2.
Menyerahkan laporan keuangan. Mereka dapat
menggunakan US GAAP, IAS atau GAAP negara masing-masing tetapi masing-masing
ada persyaratan tambahan antara lain :
a.
Mengisi Form 20-7 untuk laporan tahunan
b.
Melakukan rekonsiliasi net earning dan equity
agar sesuai dengan US GAAP
c.
Memberikan disclosure sesuai US GAAP
d.
Menyerahkan laporan kuartal yang tidak perlu di
audit
Sebagaimana
diketahui pengawas pasar modal itu bertujuan untuk melindungi pemegang saham
publik khususnya investor perseorangan (individual investor). Sedangkan Private
Placement atau Institutional Investor market biasanya dianggap memilki
kemampuan untuk meneliti kelayakan suatu investasi sehinggan tidak perlu secara
khusus mendapat perlindungan pemerintah.
Dalam transaksi
pasar modal global dikenal QIB (Qualified Institutional Buyers). Pengelompokan
ini dimaksudkan untuk membatasi pelaku pasar institusi. Kelompok ini minimal
harus menginvest sebesar US $ 250 milion. Bagi kelompok investor ini biasanya
tidak memerlukan banyak disclosure (pengungkapan) laporan keuangan.
Di samping itu
dikenal ADR atau American Depository Receipts. Metode ini dimaksudkan untuk
mengonversi saham dari luar ke pasar domestik Amerika sehingga lebih cocok
dengan kondisi ekonomi dan investornya. Misalnya saham nilai 10.000 dollar bisa
dipecah menjadi senilai US $ 100 per lembar atau seballiknya US$ 0.10 bisa
dibuat menjadi US$ 100,00 per lembar. Di samping ADR ada lagi GDR (Global
Depository Receipts) yang sifat dan maksudnya sama untuk mempermudah investor
menanamkan modalnya di berbagai pasar, perusahaan atau negara.
Keadaan ini
semua menjadi pemicu dan mempercepat proses menuju global market dan global
accounting standard.
C. Mengidentifikasi Dan Menjelaskan Faktor
Yang Mempengaruhi Perkembangan Dunia Akuntansi
Ada delapan
faktor yang memiliki pengaruh signifikan dalam perkembangan dunia akuntansi :
a.
Sumber Pendanaan
Amerika Serikat dan Inggris yang memiliki pasar
ekuitas yang kuat, akuntansi memiliki fokus atas seberapa baik manajemen
menjalankan perusahaan (profitabilitas), dan dirancang untuk membantu investor
manganalisis arus kas masa depan dan risiko terkait, sedangkan sistem berbasis
kredit, memiliki fokus atas perlindungan kreditor melalui pengukuran akuntansi
yang konservatif. Jepang dan Swiss merupakan contoh negara yang menganggap
pengungkapan publik secara luas dianggap tidak perlu, karena lembaga keuangan
memiliki akses langsung terhadap informasi apa saja yang diinginkan.
b.
Sistem Hukum
Dunia barat memiliki dua orientasi dasar: hukum kode
(sipil) dan hukum umum (kasus). Hukum kode utamanya diambil dari hukum Romawi
dan Kode Napoleon. Di Negara – negara hukum kode, aturan akuntansi digabungkan
dalam hukum nasional dan cenderung sangat lengkap dan mencakup banyak prosedur.
Sedangkan hukum umum berkembang atas dasar kasus per kasus tanpa adanya usaha
untuk mencakup seluruh kasus dalam kode yang lengkap dan aturan akuntansi
menjadi lebih adaptif dan inovatif karena ditetapkan oleh organisasi
profesional sektor swasta.
c.
Perpajakan
Di Jerman dan Swedia, peraturan pajak secara efektif
menentukan standar akuntansi karena perusahaan harus mencatat pendapatan dan
beban dalam akun untuk diklaim untuk keperluan pajak. Sedangkan di Belanda
berbeda, laba kena pajak pada dasarnya adalah laba akuntansi keuangan yang
disesuaikan terhadap perbedaan – perbedaan dengan hukum pajak. Contoh di Amerika
yang menetapkan penilaian persediaan menurut ”Masuk Terakhir Keluar Pertama”
(last–in, first–out—LIFO).
d.
Ikatan Politik dan Ekonomi
Sistem pencatatan berpasangan (double–entry) yang
berawal di Italia pada tahun 1400–an dan menyebar di Eropa bersamaan dengan
gagasan–gagasan pembaruan (renaissance) lainnya. Inggris mengekspor akuntan dan
konsep akuntansi di seluruh wilayah kekuasaannya, pendudukan Jerman saat PD II
menyebabkan Perancis menerapkan Plan Comptable. Amerika Serikat memaksa rezim
pengatur akuntansi bergaya AS di Jepang setelah PD II. Banyak negara berkembang
menggunakan sistem akuntansi yang dikembangkan di tempat lain, entah karena
dipaksa (seperti India) atau karena pilihan sendiri (seperti Negara – negara
Eropa Timur).
e.
Inflasi
Inflasi menyebabkan distorsi terhadap akuntansi biaya
historis dan mempengaruhi kecenderungan (tendensi) suatu negara untuk
menerapkan perubahan harga terhadap akun – akun perusahaan. Israel, Meksiko,
dan beberapa negara Amerika Selatan menggunakan akuntansi tingkat harga umum
karena berpengalaman dengan hiperinflasi.
f.
Tingkat Perkembangan Ekonomi
Faktor ini mempengaruhi jenis transaksi usaha yang
dilaksanakan dalam suatu perekonomian dan menentukan manakah yang paling utama.
Masalah akuntansi seperti penilaian aktiva tetap dan pencatatan depresiasi yang
sangat relevan dalam sektor manufaktur menjadi semakin kurang penting.
g.
Tingkat Pendidikan
Standar dan praktik akuntansi yang sangat rumit
(sophisticated) akan menjadi tidak berguna jika disalahartikan dan
disalahgunakan. Pengungkapan mengenai risiko efek derivatif tidak akan
informatif kecuali jika dibaca oleh pihak yang berkompeten.
h.
Budaya
Budaya berarti nilai – nilai dan perilaku yang dibagi
oleh suatu masyarakat. Variabel budaya mendasari pengaturan kelembagaan di
suatu negara.
D. Sistem Akuntansi Di Negara – Negara Maju
Standar akuntansi adalah merupakan suatu aturan yang
di dalamnya terdapat sebuah hukum dasar yang mengatur tentang penyusunan
laporan keuangan. Meskipun standar akuntansi sudah ada di masing – masing
Negara, sering sekali hubungan antara standar akuntansi dan praktik akuntansi
tidak selalu sejalan searah seperti di kebanyakan Negara, hukuman atas
ketidakpatuhan ketentuan akuntansi cenderung lemah dan tidak efektif, secara
sukarela perusahaan boleh melaporkan informasi lebih banyak daripada yang di
haruskan. Berikut ini kita bisa melihat enam sistem akuntansi nasional di negara
maju yang merupakan salah satu pelopor pendiri Komite Standar Akuntansi
Internasional.
a.
Perancis
Perancis merupakan salah satu pelopor pendukung
penyeragaman akuntansi nasional di dunia. Kementerian Ekonomi Nasional
menyetujui Plan Comptable General (kode akuntansi nasional) resmi yang pertama
pada bulan September 1947 kemudian di revisi pada tahun 1982 dan terakhir pada
tahun 1999 berisi tentang :
a.
Tujuan dan prinsip akuntansi serta pelaporan
keuangan
b.
Definisi aktiva, kewajiban, ekuitas pemengang
saham, pendapatan, dan beban
c.
Aturan pengakuan dan penilaian
d.
Daftar akun standar, ketentuan mengenai
penggunaannya dan ketentuan tata buku lainnya
e.
Contoh laporan keuangan dan aturan penyajiannnya
Dengan adanya penggunaan wajib dari kode akuntansi
nasional tersebut tidak membebani kalangan usaha prancis di karenakan kode
akuntansi nasional tersebut dapat di terima dalam implementasinya atau
praktiknya.
Dasar utama aturan akuntansi di prancis adalah hukum
akuntansi 1983 dan Dekrit Akuntansi 1983 yang membuat Plan Comptable General
wajib di gunakan oleh seluruh perusahaan. Kedua dokumen tersebut menjadi bagian
dari Code de Commerce. Akan tetapi hukum pajak juga mempengaruhi akuntansi secara signifikan di Prancis
terlihat dari beban – beban usaha dapat di kurangkan untuk perhitungan pajak
yang ada di laporan keuangan tahunan. Dan juga hukum memperbolehkan perusahaan
Prancis untuk mengikuti standar pelaporan keuangan atau IFRS bahkan juga prinsip akuntansi yang di
terima umum di AS (Generally Accepted Accounting Principles–GAAP) dalam
menyusun laporan keuangan konsolidasi.
b.
Jerman
Sistem
akuntansi di Jerman telah mengalami banyak perubahan terus menerus semenjak
perang Dunia II usai. Saat itu sistem akuntansi di Jerman menitikberatkan pada
daftar akun nasional seperti halnya di Prancis. Pada tahun 1965 hukum
perusahaan sistem pelaporan keuangan jerman lebih mengarah pada ide – ide
Inggris–Amerika (tetapi hanya berlaku untuk perusahaan besar).
Pada tahun 1998
muncullah Undang – Undang baru yang mulai di berlakukan. Yang pertama menambah
sebuah paragraf baru dalam buku ketiga Hukum Komersial Jerman sehingga
memungkinkan perusahaan yang menerbitkan
saham atau utang pada sebuah pasar modal yang terorganisir untuk menggunakan
prinsip akuntansi yang di terima secara internasional dalam laporan keuangan
konsolidasi yang di buatnya. Kedua memperbolehkan pendirian organisasi
sektor swasta untuk menetapkan standar
akuntansi atas laporan keuangan konsolidasi.
c.
Jepang
Di
Jepang Akuntansi dan Pelaporan Keuangan menjelaskan gabungan dari berbagai pengaruh dalam negeri dan
internasional. Untuk memahami akuntansi di Jepang, seseorang harus memahami
budaya, praktik usaha dan sejarah Jepang, karena jepang merupakan masyarakat tradisional dengan budaya dan
agama yang kuat.
Di Jepang
perusahaan – perusahaan saling memiliki ekuitas saham satu sama lain. Investasi
yang saling berkaitan ini menghasilkan konglomerasi industri yang meraksasa
yang disebut sebagai “keiretsu”. Modal usaha keiretsu ini sedang dalam
perubahan seiring dengan reformasi struktural yang dilakukan Jepang untuk
mengatasi stagnasi ekonomi. Pada akhir tahun 1990–an untuk membuat kesehatan
ekonomi perusahaan – perusahaan Jepang menjadi semakin transparan dan membawa
Jepang lebih dekat dengan standar internasional.
E. Bagaimana Politik Pengungkapan Akuntansi
Dipengaruhi Oleh Perbedaan Tata Kelola Keuangan Perusahaan Disuatu Negara
Pengungkapan Sukarela
Beberapa
studi menunjukkan bahwa manajer memiliki dorongan untuk mengungkapkan yang
lebih. Manfaat dari pengungkapan yang lebih ditingkatkan adalah biaya transaksi
yang lebih rendah dalam memperdagangkan surat berharga yang dikeluarkan
perusahaan, minat para analis keuangan dan investor terhadap perusahaan yang
semakin besar, likuiditas saham yang meningkat, dan biaya modal yang lebih
rendah.
Investor
didunia menuntut informasi yang lebih detail dan lebih tepat waktu tingkat
pengungkapan sukarela semakin meningkat baik di Negara maju maupun Negara
berkembang. Pelaporan keuangan menjadi mekanisme komunikasi dengan investor
luar yang tidak sempurna jika insentif manajer tidak sejalan dengan kepentingan
seluruh pemegang saham. Komunikasi manajer dengan investor luar akan menjadi
tidak sempurna jika :
a.
Manajer memiliki keunggulan dalam informasi
mengenai perusahaannya.
b.
Dorongan manajer tidak secara sempurna sejalan
dengan kepentingan seluruh pemegang saham.
c.
Aturan akuntansi dan auditing tidak sempurna.
Manajer
perusahaan sering menunda pengungkapan berita negatif laporan keuangan dan
lebih menunjukkan sisi positif perusahaan dan menilai lebih kinerja dan prospek
keuangan perusahaan. Aturan pengungkapan menetapkan ketentuan – ketentuan untuk
memastikan bahwa para pemegang saham menerima informasi yang tepat waktu,
lengkap dan akurat. Sedangkan auditor eksternal mencoba memastikan bahwa
manajer akuntansi menenerapkan kebijakan akuntansi yang memadai, membuat
estimasi yang wajar, memiliki catatan akuntansi dan sistem pengendalian yang
memadai dan memberikan pengungkapan yang tepat waktu. Pilihan pengungkapan oleh
para manajer mencerminkan pengaruh gabungan dan ketentuan pengungkapan dan
insentif untuk mengungkapkan informasi secara sukarela.
Aturan
pengungkapan diseluruh dunia sangat berbeda dalam beberapa hal seperti laporan
arus kas dan perubahan ekuitas, transaksi pihak terkait, pelaporan segmen,
nilai wajar aktiva dan kewajiban keuangan dan laba persaham. Pengungkapan yang
akan dibahas adalah :
a.
Pengungkapan informasi yang melihat masa depan
Pengungkapan
informasi yang melihat masa depan dianggap sangat relevan dalam pasar ekuitas
seluruh dunia. Istilah ”Informasi yang melihat masa depan” mencakup :
·
Ramalan pendapatan, laba (rugi), laba (rugi)
persaham, pengeluaran modal, dan pos keuangan lainnya
·
Informasi prospektif mengenai kinerja atau posisi
ekonomi masa depan yang tidak terlalu pasti bila dibanding dengan proyeksi pos,
periode fiskal, dan proyeksi jumlah
·
Laporan rencana manajemen dan tujuan operasi
dimasa depan.
b.
Pengungkapan segmen
Permintaan
investor dan analis akan informasi mengenai hasil operasi dan keuangan segmen
industri tergolong signifikan dan semakin meningkat. Contoh, para analis
keuangan di Amerika secara konsisten telah meminta data laporan dalam bentuk
disagregat yang jauh lebih detail dari yang ada sekarang. Standar Pelaporan
Keuangan Internasional (IFRS) juga membahas pelaporan segmen yang sangat
mendetail. Laporan ini membantu para pengguna laporan keuangan untuk memahami
secara lebih baik bagaimana bagian – bagian dalam suatu perusahaan berpengaruh
terhadap keseluruhan perusahaan.
c.
Laporan arus kas dan arus dana
IFRS dan
standar akuntansi di Amerika Serikat, Inggris, dan sejumlah besar negara –
negara lain mengharuskan penyajian laporan arus kas.
d.
Pengungkapan tanggung jawab sosial
Saat ini
perusahaan dituntut untuk menunjukkan rasa tanggung jawab kepada sekelompok
besar yang disebut sebagai pihak – pihak yang berkepentingan (stakeholders) –
karyawan, pelanggan, pemasok, pemerintah, kelompok aktivis, dan masyarakat
umum.
Informasi
mengenai kesejahteraan karyawan telah lama menjadi perhatian bagi organisasi
buruh. Bidang permasalahan yang yang menjadi perhatian terkait dengan kondisi
kerja, keamanan pekerjaan, kesetaraan dalam kesempatan, keanekaragaman angkatan
kerja dan tenaga kerja anak – anak. Pengungkapan karyawan juga diminati oleh
para investor karena memberikan masukan berharga mengenai hubungan kerja,
biaya, dan produktivitas perusahaan.
e.
Pengungkapan khusus bagi para pengguna laporan
keuangan non domestik dan atas prinsip akuntansi yang digunakan
Laporan
keuangan dapat berisi pengungkapan khusus untuk mengakomodasi para pengguna
laporan keuangan nondomestik. Pengungkapan yang dimaksud seperti :
·
Penyajian ulang untuk kenyamanan informasi
keuangan ke dalam mata uang nondomestik
·
Penyajian ulang hasil dan posisi keuangan secara
terbatas menurut keompok kedua standar akuntansi
·
Satu set lengkap laporan keuangan yang disusun
sesuai dengan kelompok sesuai standar akuntansi; dan beberapa pembahasan
mengenai perbedaan antara prinsip akuntansi yang banyak digunakan dalam laporan
keuangan utama dan beberapa set prinsip akuntansi yang lain.
Banyak
perusahaan di negara – negara yang tidak menggunakan bahasa Inggris sebagai
bahasa utama juga melakukan penerjemahan seluruh laporan tahunan dari bahasa
negara asal ke dalam bahasa Inggris. Juga, beberapa perusahaan menyusun laporan
keuangan yang sesuai dengan standar akuntansi yang diterima secara lebih luas
daripada standar domestik (khususnya IFRS atau GAAP AS) atau yang sesuai dengan
baik standar domestik maupun kelompok kedua prinsip akuntansi.
Sumber :
Tidak ada komentar:
Posting Komentar